KUTIM – Sebanyak 189 tenaga pendidik mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sertifikasi Pembelajaran Al-Qur’an Metode Ummi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim ), di Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (17/11/2025).
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono menjelaskan, 189 peserta itu, terdiri dari 140 guru baru dan 49 guru angkatan pertama. Mereka berasal dari Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Sebenarnya, program ini sudah berjalan pertama kali pada 2023-2024
di 7 sekolah negeri.
Memasuki 2025 jumlahnya meningkat menjadi 31 sekolah negeri, 17 SD Negeri di Sangatta Utara,14 SD Negeri di Sangata Selatan, serta 3 SMP Negeri di Sangata Selatan.
Kegiatan yang dibuka langsung Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono ini akan digelar selama sepekan. Diikuti 189 peserta, terdiri dari 140 guru baru dan 49 guru angkatan pertama.
Mulyono menjelaskan, program ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi peningkatan mutu baca tulis alquran di sekolah-sekolah negeri di di wilayah Kutim. Targetnya adalah penguatan pemahaman metode ummi mulai dari makhraj hutuf, tajwid, tartil hingga tahsin sebagai standar pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
Ditambahkan Mulyono, mudahan tahun depan jumlah peserta bisa ditingkatkan lebih banyak lagi, dengan harapan ke depan, semua sekolah
di Kutim khsususnya yang beragama islam bisa mendapatkan metode pembelajaran Ummi dengan target anak-anak minimal lulus SD atau SMP sudah bisa membac Al-Qur’an baik dan benar.
“Harapannya, anak-anak ini punya pondasi yang kuat dalam membaca Al-Qur’an yang akan berguna sepanjang hidupnya nanti,” tutupnya. (adv)
