TEKSTUAL.com – Anggota Komisi I DPRD Bontang Sumaryono mengaku kesal anggaran beasiswa Pemkot tidak bisa diserap maksimal. Pasalnya, dari Rp 3 miliar yang dialokasikan, hanya Rp 1,2 miliar saja yang dapat terserap. Sedangkan Rp 1,7 miliar harus kembali ke kas negara.
Sumaryono menegaskan Pemkot seharusnya bisa memaksimalkan anggaran tersebut untuk membantu para pelajar di Bontang. Menurutnya, ini merupakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) terbesar kategori beasiswa.
“Kami sayangkan banyak yang tidak lolos, padahal itu pasti sangat dibutuhkan pelajar kita,” ungkapnya, Senin (12/12/2023).
Politisi PPP ini mengungkapkan, kerap mendapat keluhan saat proses seleksi. Seeprti ada siswa yang tertolak sistem karena nilai kriteria. Padahal secara kualifikasi calon penerima itu pantas mendapatkan beasiswa karena kategori tidak mampu.
“Kami harap Pemkot bisa lebih fleksibel dan tidak memberatkan calon penerima dalam menyusun kualifikasi beasiswa ke depan,” harapnya.
Dia pun menyarankan agar Pemkot membuka pendaftaran beasiswa lebih awal, yakni pada pertengahan tahun. Itu untuk menghindari bentrokan dengan pengumuman beasiswa Kaltim Tuntas.
“Dibuka aja dari awal atau pertengahan tahun. Kalau akhir bulan ini kan mepet betul,” pintanya. (adv)
