TEKSTUAL.com – Selain mempercepat pembangunan Koperasi Merah Putih, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) juga mendorong penguatan UMKM dan ekonomi produktif desa sebagai bagian dari strategi jangka menengah pengentasan kemiskinan dan stunting.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, penguatan ekonomi desa dilakukan melalui berbagai program, termasuk Bantuan Khusus (Banksus) Desa yang diarahkan langsung hingga tingkat RT.
“Sebelumnya kita sudah siapkan sekitar Rp50 juta per RT untuk infrastruktur. Tahun ini kita dorong ekonomi kreatif dan produktif agar hasilnya bisa dirasakan dalam tiga tahun ke depan,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Menurut Ardiansyah, penguatan ekonomi masyarakat desa menjadi kunci untuk menekan persoalan sosial yang selama ini masih muncul, seperti kemiskinan dan stunting.
“Kalau ekonominya bergerak, banyak persoalan sosial bisa kita tekan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga menyoroti lemahnya pendataan komoditas ekspor asal Kutai Timur. Ia menilai banyak produk daerah yang keluar dari Kutim, namun tidak tercatat sebagai komoditas daerah sendiri akibat lemahnya basis data.
“Yang dikirim itu 100, tapi yang tercatat milik kita cuma 10. Kenapa? Karena kita tidak punya data,” ungkapnya.
Ia pun meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk melakukan inventarisasi dan pendataan komoditas secara menyeluruh agar potensi ekonomi daerah tercatat dan diakui secara resmi.
“Data itu penting. Kalau datanya tidak ada, daerah yang dirugikan,” tegas Ardiansyah.
Dengan pembenahan koperasi, UMKM, dan data ekonomi, Pemkab Kutim menargetkan penguatan ekonomi kerakyatan yang lebih terukur dan berkelanjutan di seluruh wilayah. (adv)
