Kutai Timur

Tak Kenakan Masker di Keramaian, Kasmidi Perintahkan Satpol PP Bubarkan

TEKSTUAL.com – Plt Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang mengintruksikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menggelar razia di pusat keramaian Sangatta.

Permintaan tersebut merujuk pada meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kutim yang saat ini mencapai 79 orang.

Kasmidi mengatakan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satpol PP juga harus mengawasi kerumunan massa di tempat-tempat umum. Sebab, Satpol juga termasuk dalam bagian Gugus Tugas Covid-19 di Kutim.

“Nanti Satpol PP merazia tempat ramai. Jika ada yang tidak menggunakan masker dan berkerumun harap langsung ditegur dan bubarkan,” katanya.

Selain itu, nantinya petugas Satpol PP akan merazia ritel dan swalayan, jika ada pengunjung tak memakai masker harap ditindak tegas jangan di izinkan masuk.

“Memang sesuai tupoksinya Satpol PP bekerja menegakkan perda, salah satunya soal ketertiban umum. Apalagi di masa begini masker menjadi pakaian wajib yang dikenakan saat keluar rumah,” imbuhnya.

Mendengar hal itu, Kepala Satpol PP Kutim Didi Herdiansyah mengaku sangat siap menjalankan tugasnya. Nantinya sekira 62 personel akan disebar kebeberapa area pusat keramaian.

“Jumlah pasukan ada 62 orang, nanti kita bagi perkelompok untuk standby di pusat keramaian itu,” ungkapnya.

Menurut Didi adaptasi kebiasaan baru adalah tatanan pembudayaan norma-norma baru. Namun ada aturan-aturan yang harus dipatuhi oleh semua masyarakat dalam pelaksanaannya sebab pandemi Covid-19 belum dianggap selesai. (vit)

Related posts

Arang Jau Nahkodai PDKT, Wabup Kutim Minta Ketua Baru Mendukung Program Pemerintah

Tekstual01

Komisi A Minta Pemkab Evaluasi Tenaga Honorer

Tekstual01

Jadi Wilayah dengan ODP dan PDP Tertinggi, RT 22 Desa Sangatta Utara Harap Bantuan Vitamin dan Cairan Disinfektan

Tekstual01

Ingin Pembangunan yang Baik, Turmudzi Sebut Libatkan Warga Ambil Keputusan

Tekstual01

Mandi Safar Dilaksanakan Oktober, Tahun Ini Warga Luar Dilarang Masuk Menyaksikkan

Tekstual01