TEKSTUAL.com – Camp Collaboration Bontang – Kutim yang digelar selama dua hari, 8-9 Oktober di puncak Sebatik, Desa Suka Damai Kilometer 14, Kabupaten Kutim berlangsung sukses. Sebanyak 80 peserta, gabungan dari penggiat alam Bontang 30 dan Kutim 50 orang meramaikan kegiatan yang dilepas langsung Wakil Wali Kota Bontang, Najirah di halaman Pendopo Rumah Jabatan (Rujab)Wali Kota Bontang.
Koordinator Forum Komunikasi Penggiat Alam Bontang (FKPAB), Supriyadi mengatakan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT Kota Bontang dan Kutim yang ke-23 tahun. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar sesama penggiat alam di Bontang dan Kutim.
Dipaparkan Supriyadi, adapun rangkaian kegiatan selama 2 hari di Sebatik, seperti sharing antar penggiat alam Bontang dan Kutim tentang lingkungan, bersih-bersih lingkungan dan penanaman pohon.
“Rencana ke depan, selain Kutim, kami akan mengajak penggiat alam dari Nunukan, Malinau dan Kutai Barat,” kata Supriyadi yang juga Lurah Berbas Pantai.

Dia menceritakan, sebenarnya cikal bakal lahirnya penggiat alam di Bontang itu karena suatu hobi yang sama dengan teman-teman yang suka dengan petualang. Kemudian informasi itu menyebar ke berbagai komunitas hingga akhirnya mereka pun ikut mendaftar dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan.
“Dalam waktu dekat ini, mungkin setelah perayaan HUT Kota Bontang. Kami akan membentuk wadah penggiat alam dalam FKPAB,” pungkasnya. (ver)
