TENGGARONG – Upaya memberantas Tuberkulosis (TBC) di Kutai Kartanegara (Kukar) terus diperkuat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar menegaskan fokus mereka pada deteksi dini, dengan menargetkan puluhan ribu warga menjalani skrining sepanjang tahun ini.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kukar, Supriyadi, mengungkapkan Kukar termasuk daerah yang paling progresif di Kalimantan Timur dalam mengerahkan sumber daya untuk pengendalian TBC. Hampir seluruh puskesmas di Kukar kini sudah dilengkapi Tes Cepat Molekuler (TCM), bahkan beberapa telah menggunakan X-Ray Portable untuk mempercepat diagnosis.
“Semakin cepat pasien ditemukan, semakin cepat pula rantai penularannya bisa diputus,” ujarnya.
Tahun 2025, Dinkes Kukar menargetkan menemukan lebih dari 2.800 kasus TBC aktif, dengan cakupan skrining mencapai 24 ribu orang. Hingga Mei lalu, lebih dari 11 ribu warga telah diperiksa, dan sekitar 491 kasus baru berhasil diidentifikasi.
Meski fasilitas sudah tersedia, Supriyadi menekankan kesadaran masyarakat menjadi kunci penting. Ia meminta warga yang mengalami gejala mencurigakan seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan drastis, demam berulang, atau nyeri dada, segera memeriksakan diri.
“Stigma negatif terhadap pasien TBC masih sering muncul. Padahal penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan jangka panjang antara enam hingga 22 bulan, tergantung tingkat keparahannya,” tambahnya.
Dengan penguatan skrining, layanan pengobatan, serta dukungan masyarakat, Pemkab Kukar menargetkan penularan TBC dapat ditekan secara signifikan. Harapannya, eliminasi penyakit ini bisa tercapai sesuai target nasional. (Adv)
