TEKSTUAL.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Pelatihan Sertifikasi Pemandu Arung Jeram sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata, khususnya wisata minat khusus. Kegiatan ini digelar untuk memastikan para pemandu memiliki kompetensi, keterampilan, serta standar keselamatan yang memadai.
Kepala Dispar Kutim, Nurullah, mengatakan pelatihan tersebut menjadi agenda penting yang sejalan dengan pengembangan destinasi wisata di Kutai Timur. Menurutnya, Arung Jeram merupakan jenis wisata yang memiliki tingkat risiko tinggi sehingga membutuhkan pemandu yang benar-benar terlatih.
“Ini adalah agenda penting dari Dispar. Hari ini kita memberikan materi teori kepada para peserta,” ujar Nurullah saat membuka kegiatan di Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (24/11/2025).
Ia menjelaskan, setelah pembekalan teori selesai, peserta akan melanjutkan pelatihan praktik langsung di Sungai Selek. Tahapan ini dilakukan untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus kesiapan peserta dalam menghadapi kondisi lapangan.
“Setelah pembekalan teori ini selesai, mereka akan langsung berangkat ke Sungai Selek untuk tempat latihan dan praktik langsung,” jelasnya, Senin (24/11/2025).
Nurullah menegaskan, Arung Jeram tidak bisa disamakan dengan wisata alam lainnya. Dibutuhkan keahlian khusus, pemahaman medan, serta kemampuan pengelolaan risiko demi keselamatan wisatawan.
“Arung Jeram ini tidak sama dengan tempat wisata lain. Ini menantang dan membutuhkan kompetensi keterampilan yang harus dimiliki pemandu wisata,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, Dispar Kutim berharap dapat mencetak pemandu Arung Jeram yang profesional dan mampu memberikan pengalaman wisata yang aman serta berkualitas. (*)
