Bontang

PDP Covid-19 Meninggal, Wali Kota Kembali Imbau Disiplin dan Jujur

TEKSTUAL.com – Terjadi penambahan kasus virus corona baru (Covid-19) di Kota Taman. Kali ini bukan kasus terkonfirmasi, melainkan meninggalnya satu orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Pasien yang merupakan anak laki-laki berumur 8 tahun ini meninggal pada Jumat (24/04/2020) dini hari setelah sebelumnya menjalani rawat inap selama 17 hari di RSIB Yabis.

Seperti dijelaskan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam Press Release 32 yang terbit pada hari yang sama. Dalam rilis sebelumnya, pasien diumumkan sebagai PDP ke-11 dengan tidak ada riwayat perjalanan, namun ada kontak dengan pelaku perjalanan. Ditengarai pasien merupakan anak berkebutuhan khusus dan rutin berobat ke poli anak dengan keluhan epilepsi.

Neni pun menjelaskan pasien tersebut datang ke RSIB pada Senin (06/04/2020), rujukan dari salah satu klinik di Bontang. Karena terus mengalami perburukan, pasien ini akhirnya dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang, Kamis (23/04/2020),

“Kondisi saat dirujuk, pasien mengalami penurunan kesadaran dan gagal nafas. Kemudian dilaksanakan tata laksana klinis sesuai kondisi pasien, direncanakan akan dirujuk ke RS Abdul Wahab Syahranie (AWS) Samarinda,” jelasnya.

Neni melanjutkan, rapid test telah dilakukan terhadap pasien ini dan hasilnya positif. Untuk memastikan hasil ini lebih lanjut, pasien akan diuji swab.

“Di samping itu, kedua orang tua pasien ini pun sudah di rapid test dan hasilnya negatif,” bebernya.

Dari informasi yang diperoleh, kondisi pasien saat dirawat terus mengalami perburukan karena pasien juga memiliki penyakit bawaan. Hingga kemudian pasien meninggal pada Jumat (24/04/2020) dini hari pukul 02.05 Wita.

Tata laksana pemulsaran jenazah pun telah dilakukan di TPU Bontang Lestari. Dari situasi tersebut, Neni kembali menekankan kepada masyarakat untuk mematuhi imbauan yang ada. Tak henti-hentinya Neni menyampaikan kepada masyarakat untuk disiplin isolasi mandiri dan jujur pada petugas kesehatan.

“Jujur jika ada riwayat demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak nafas,” tuturnya.

Orang nomor satu di Pemkot Bontang ini menambahkan tidak ada alasan untuk takut pada tetangga yang tertular Covid-19. Beri dukungan morel, bukan dikucilkan atau diberi stigma negatif. Sebab tak ada satupun yang menginginkan sebuah kejadian terjangkit Covid-19, begitupun potensi penularan bisa terjadi pada siapa saja.

“Orang yang tertular virus tidak ingin dirinya tertular, mereka butuh cinta, perhatian, dan bantuan kita untuk sembuh, jangan musuhi dan kucilkan mereka,” pungkasnya. (nnd)

Related posts

Selalu Dipadati Pengunjung, Belakang Panggung Bontang Kuala Diberi Pembatas

Tekstual01

Perahu Terbalik Dihantam Ombak, Empat Pemancing Selamat

Tekstual01

BREAKING NEWS!! Pria 64 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Samping Gereja Santo Yosef

Tekstual01

Terapkan Jaga Jarak, Masjid Asy-Syuhada Buka Kembali Salat Berjamaah

Tekstual01

21 Tahun Program COOP, Badak LNG Sambut 30 Mahasiswa COOP Angkatan XL

Tekstual01