Bontang

Puluhan Pengunjung yang Kedapatan di Beras Basah Dihukum Push-Up dan Disuruh Pulang

TEKSTUAL.com – Puluhan pengunjung yang nekat berlibur ke Beras Basah tertangkap basah oleh tim patroli Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Bontang dan Sat Polair Polres Bontang, Selasa (26/5/2020) siang. Mereka ditindak lantaran tidak mengindahkan Surat Edaran Wali Kota Bontang dan surat dari Dinas Pemuda, Olah raga, dan Pariwisata (Dispopar) tentang ditutupnya sementara objek wisata untuk mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya tempat wisata Pulau Beras Basah.

Komandan Pos TNI AL (Danposal) Bontang, Lettu Laut (P) M Dabukke bersama Bripka Yudi Polair Bontang mengatakan, para pengunjung tersebut berasal dari luar Bontang. 27 orang berasal dari Marangkayu, mereka sejak senin malam (25 Mei 2020) sudah berada di beras basah sedangkan yang 5 orang dari Sangatta baru tiba pagi tadi.

“Yang dari Marangkayu naik perahu senin malam dari tanjung laut indah sedangkan yang dari Sangatta naik speedboat sendiri dari tempat yang sama,” ujarnya.

Karena dinilai tidak mentaati imbauan pemerintah, alhasil puluhan pengunjung tersebut mendapatkan hukuman dari para petugas berupa push-up dengan tujuan, agar mereka selalu ingat menggunakan masker dan tidak mengulanginya lagi selama masa pandemic Covid-19. Selain itu, hukuman ini juga diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan hal yang sama.

“Semuanya kita tindak tanpa terkecuali. Lalu kita perintahkan seluruhnya untuk meninggalkan lokasi Beras Basah. Tak lupa mereka juga kami ingatkan tentang anjuran pemerintah untuk selalu social distancing,” paparnya.

Selain melakukan patroli rutin, pihaknya mengaku juga telah bekerjasama dengan para nahkoda kapal untuk tidak melayani pengunjung yang ingin bepergian ke Beras Basah. Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan.

“Kami ingatkan untuk tidak berkunjung ke Beras Basah selama masa pandemi. Di rumah saja, jaga jarak, gunakan masker, dan cuci tangan. Tetap berdoa agar virus corona cepat hilang dari negeri yang kita cintai ini,” pungkasnya. (nnd)

Related posts

Sempat OTG, Klaster Gowa Kembali Dinyatakan Positif Covid-19

Tekstual01

Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan Kawasan Inklusi bagi Penyandang Disabilitas di Kampung Aren

Tekstual01

DKP3 Ajak Petani Bontang Kembangkan Pangan Organik

Tekstual01

Belum Efektif, Andi Faiz Sebut Program Belanja di Pasar Perlu Proses dan Waktu

Tekstual01

Ringankan Beban Warga, Polres Bontang Bagi-Bagi Paket Sembako

Tekstual01