TEKSTUAL.com – Pengurangan jumlah event unggulan daerah akibat efisiensi anggaran dinilai berdampak langsung pada perputaran ekonomi kreatif di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Meski demikian, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutim berupaya menyusun strategi agar kegiatan Ekraf tetap memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kutim, Akhmad Rifanie, menyebut event memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi lokal. Menurutnya, setiap penyelenggaraan event mampu mendorong aktivitas berbagai subsektor, mulai dari kuliner, penginapan, hingga kunjungan wisata.
“Pasti pengaruh, karena event itu kan salah satu yang bisa memberikan dampak. Walaupun mungkin sekilas, tapi dampaknya kan besar,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini.
Ia mengibaratkan event sebagai masa libur yang menciptakan lonjakan aktivitas ekonomi di masyarakat. Karena itu, pengurangan event menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku ekonomi kreatif.
“Kalau ada event, itu seperti masa libur. Kuliner jalan, penginapan terisi, dan wisatawan datang,” jelas Rifanie.
Untuk tahun mendatang, Dispar Kutim berencana memfokuskan penyelenggaraan event yang benar-benar memiliki dampak luas serta dikaitkan dengan nilai adat dan budaya lokal. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menggerakkan subsektor Ekraf lainnya.
“Event yang kita kaitkan dengan adat dan budaya lokal. Kita berharap tidak hanya event, tapi dari semua 17 subsektornya bisa bergerak, walaupun perlahan,” harapnya.
Dengan strategi tersebut, Dispar Kutim optimistis sektor ekonomi kreatif tetap tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.(adv)
