Advertorial Diskominfo Kukar

DPMD Kukar Fokus Atasi Kendala Air Bersih dan Listrik di Desa

TENGGARONG – Sejumlah desa di Kutai Kartanegara (Kukar) masih menghadapi persoalan mendasar terkait pelayanan publik. Mulai dari distribusi air bersih, keterbatasan akses listrik, hingga kualitas infrastruktur jalan. Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengungkapkan aspirasi warga datang dari Desa Menaman Kiri di Kecamatan Muara Kaman, serta Desa Mekar Jaya dan Desa Sumber Sari di Kecamatan Sebulu. “Mayoritas masyarakat berharap peningkatan layanan dasar, khususnya air bersih, listrik, dan perbaikan jalan,” ujarnya.
Di Desa Menaman Kiri, pemerintah telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal sejak 2022. Namun kapasitasnya dinilai belum maksimal. Arianto menyebut, pihaknya bersama dinas terkait tengah menyiapkan langkah optimalisasi agar layanan bisa menjangkau lebih banyak rumah.
Sementara itu, sarana air bersih yang sudah tersedia masih terkendala distribusi. Tim percepatan DPMD bersama perangkat desa telah melakukan pengecekan dan menemukan pompa distribusi belum mencukupi. “Untuk teknis pengerjaan akan dilaksanakan oleh Dinas Perkim. Saat ini tinggal menunggu tahapan berikutnya,” jelasnya.
Arianto juga menyoroti masih adanya sekitar 50–60 kepala keluarga di Dusun Pasir Putih, Desa Menaman Kiri, yang belum teraliri listrik. Karena jarak permukiman cukup jauh, solusi sementara yang disiapkan adalah pemanfaatan listrik tenaga surya per rumah. Pemkab Kukar bersama PLN dan pihak perusahaan dijadwalkan turun meninjau langsung pada pertengahan September 2025.
Adapun di Desa Mekar Jaya dan Desa Sumber Sari, aliran listrik PLN sudah tersedia, tetapi voltase yang diterima warga tidak stabil. “Seharusnya 220 volt, tapi di lapangan hanya sekitar 160 volt. Ini yang sedang diupayakan peningkatannya agar sesuai standar,” tambah Arianto.
Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat desa menjadi prioritas yang terus dikawal pemerintah. “Kami ingin memastikan warga bisa menikmati pelayanan sesuai standar, sehingga aktivitas rumah tangga dan ekonomi desa berjalan lebih baik,” pungkasnya. (Adv)

Related posts

Dinkes Sebut Dokter di Kutim Banyak Tapi Rata-rata Tugas di RS Swasta

Tekstual01

Alokasikan Rp 300 Juta, Pemkab Kukar Akan Legalitaskan 200 Rumah Ibadah

Tekstual01

Wabup Kasmidi Tutup Anniversary JBI dan Kutim Bike

Tekstual01

Pabrik Semen Singa Merah PT Kobexindo Cement Diresmikan, Bupati Ardiansyah Harap Regulasi Tenaga Kerja Asing Diterapkan

Tekstual01

Lewat Usulan Bupati Edi, Perbaikan Jalan Desa Loleng Dapat Suntikan Dana Rp 25 M dari Pusat

Tekstual01