Advertorial Diskominfostaper Kutim

32 Ton per Tahun, Disperindag Akui Produksi Beras Lokal Belum Cukupi Kebutuhan



TEKSTUAL.com – Produksi beras lokal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, total produksi beras lokal hanya sekitar 32 ton per tahun, jauh dari kebutuhan beras seluruh wilayah.

Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, mengatakan keterbatasan produksi menjadi tantangan serius dalam menjaga stabilitas pangan daerah. Sebagian besar kebutuhan beras Kutim masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Produksi beras lokal kita sekitar 32 ton per tahun. Jumlah ini jelas belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kutai Timur secara keseluruhan,” ujar Nora, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, dari total produksi tersebut, sekitar 10 persen dijual langsung di sekitar wilayah pertanian. Sementara sebagian besar lainnya sudah diserap lebih dulu oleh pihak tertentu melalui sistem pembelian blok.

“Sekitar 10 persen dijual di sekitar lahan pertanian, sisanya sudah diambil melalui sistem blok. Jadi yang benar-benar masuk ke pasar umum sangat terbatas,” jelasnya.

Menurut Nora, kondisi ini menjadi perhatian dalam pengawasan pangan daerah. Ketersediaan beras lokal yang minim membuat pemerintah harus memastikan pasokan dari luar daerah tetap lancar agar tidak terjadi gejolak harga.

“Kami terus memantau distribusi dan stok beras agar tidak terjadi kelangkaan di pasar,” tegasnya.

Disperindag menilai, selama produksi lokal belum mencukupi, pengawasan distribusi dan koordinasi pasokan antardaerah menjadi kunci menjaga ketahanan pangan Kutim. (Adv)

Related posts

Loa Kulu Dikenal Sentra Perikanan Kukar, 70 Persen Warga Hidup dari Ikan

Tekstual01

Bupati Ardiansyah Pimpin Rakor Pengendalian Inflasi Daerah

Tekstual01

Belajar Virtual di UT, Bupati Minta Mahasiswa Kutim Tetap Jaga Etika

Tekstual01

Disdikbud Rancang Master Plan MBS, Wujudkan Sekolah Berbasis Islam di Kutim

Tekstual01

Komisi I Harap Wisata Andalan di Bontang Terus Dikembangkan

Tekstual01