Advertorial Diskominfostaper Kutim

Letak Geografis Kutim Jadi Kendala Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Online Diterapkan



TEKSTUAL.com – Digitalisasi layanan administrasi kependudukan masih belum bisa diterapkan sepenuhnya.Pasalnya, masih banyak masyarakat yang tak paham kecanggihan teknologi. Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur, Jumeh, belum lama ini.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim, Jumeah mengungkapkan, kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan layanan berbasis online menjadi tantangan utama yang belum dapat diatasi sepenuhnya. .

“Kalau di kota besar, tidak akan dilayani karena semua sudah online kecuali sifatnya darurat,” ungkap Jumeah.

Berbeda di Kutim, karakter geografis dan komposisi masyarakat Kutim membuat kebijakan digitalisasi harus dilakukan dengan pendekatan berbeda.

“Banyak warga tinggal jauh di pedalaman dan memiliki tingkat literasi digital yang beragam,” paparnya.

Ia mengaku bila ada warga yang datang, tidak bisa ditolak. Namun tetap melihat kemampuan SDM masyarakat. Banyak yang belum terbiasa dengan aplikasi. Untuk itu, Disdukcapil tetap membuka pelayanan tatap muka bagi warga yang membutuhkan.

“Setiap kedatangan justru dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memberikan edukasi langsung mengenai penggunaan aplikasi layanan online Siap Kawal,” ujarnya.

Pendekatan humanis adalah pilihan terbaik agar transformasi digital di Kutim dapat berjalan tanpa meninggalkan kelompok masyarakat yang belum melek teknologi.

“Digitalisasi penting, tapi pelayanan publik harus tetap mengutamakan kemudahan dan keadilan bagi seluruh warga kita,” tutupnya. (adv)

Related posts

Diguyur Miliaran, Dinas PU Kukar Bakal Perbaiki Jalan antar Kecamatan

Tekstual01

Jadi Sektor Unggulan, Desa Sepatin Terus Kembangkan Budidaya Udang Windu

Tekstual01

Desa Tanjung Batu Segera Bangun Sejumlah Infrastuktur Penting

Tekstual01

Wabup Rendi Sambangi Muara Badak, Salurkan 84 Unit Mesin Diesel dan 6 Perahu Fiber

Tekstual01

Tiga Sub Kegiatan Infrastruktur di Dinas PU Bersumber dari Bankeu Senilai Rp 15 M

Tekstual01